Desember “Dirosah” Oleh Penyuluh Agama Islam KUA Watang Pulu

Penyuluh Agama Islam Fungsional Kec. Watang Pulu Memberikan Penyuluhan dan Dirosa DI Lapas Kelas 2 Kab. Sidrap

Watang Pulu (10/12/19) – Sudah sepatutnya seorang Penyuluh Agama Islam turut andil dalam pembentukan karakter terutama di tengah masyarakat yang masih awam tentang tentang agama Islam. Penyuluh Agama Islam yang berjumlah ratusan ribu orang yang tersebar di Indonesia ini bahkan menjadi “center back” atau gawang terakhir bagi masyarakat dalam membantu membentuk pribadinya. Penyuluh Agama adalah sosok yang berbeda jauh dengan Penyuluh Pertanian, atau Penyuluh Peternakan. Penyuluh Agama memiliki fungsi konkret yang membentuk karakteristik manusia itu sendiri sedangkan Penyuluh Pertanian atau Petenakan memiliki fungsi konkret yang tidak begitu signifikan terhadap pembentukan karakter tumbuhan atau binatang. Justru sebaliknya, manusia lah yang semestinya memahami pola hidup makhluk tersebut.

Senada dengan hal tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kec. Watang Pulu sepetinya sadar terhadap hal tersebut. Hal itu juga yang membuat para penyuluh tidak pernah “egois” terhadap tugas pokoknya itu. Membentuk karakter, menyelesaikan masalah, konfilk, serta bertanggungjawab terhadap pemahaman dan pengertian serta nilai-nilai keagamaan dan keislaman sepertinya sudah mendarah daging bagi Penyuluh Agama Islam KUA Watang Pulu.

Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kec. Watang Pulu, Hj. Suarni S.Ag Menerima Konsultasi Oleh Salah Seorang Napi Tentang Masalah Rumahtangganya Di Lapas Kab. Sidrap

Tak hayal, di bulan Desember ini para penyuluh bergerak yang admin sebut sebagai Desember “Dirosa”. Para Penyuluh setiap hari berpindah temapt untuk memberikan penyuluhan terhadap masyarakat awam yang tidak mengerti agama, termasuk belum mendami baca tulis Al-Qur’an.

Seperti yang admin tulis sebelumnya, bahwa “Dirosa”adalah salah satu tehnik dalam memberikan penyuluhan yang praktis kepada masyarakat awam. Hj. Suarni Ali, S.Ag, Syaharuddin, S.Ag, M.Pd.I, Dra. Hj. Mastura yang merupakan penyuuh fungsional KUA Kec. Watang Pulu tentu sadar akan kekurangan masayarakat dalam memahami agama jika disusupi dengan paksaan dan ancaman. Syaharuddin, mengatakan bahwa masayarakat awam justru harus diadakan dan didekati secara persuasif, pendekatan dari hati ke hati sehingga mereka mudah menerima.

Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kec. Watang Pulu, Syaharuddin, S.Ag, M.Pd.I Memeberikan Penyuluhan dan Bacaan Al-Qur’an Di Kelompok Bina Muallaf Desa Buae

Senada dengan hal tersebut, Hj. Suarni yang terbiasa menangani konfilk internal masyarakat mengungkapkan hal yang sama, yaitu dengan mendekati masyarakat dan berbicara dari hati ke hati, hal tersebut akan membuat masyarakat lebih terbuka dan lebi bisa menerima saran dan nasehat yang diberikan. (AMR)

Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kec. Watang Pulu, Hj. Suarni S.Ag Memberikan Penyuluhan Metode Dirosa Ditengah Masyarakat Di Kp. Dare Kec. Watang Pulu

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *