Pusat Konseling Pusaka Sakinah KUA Kec. Watang Pulu

Watang Pulu (11/11/19) – Pusat Konseling untuk Pusaka Sakinah KUA Kec. Watang Pulu kembali kedatangan 2 pengunjung yang disambut dan dihadapi langsung oleh Hj. Suarni Ali, S.Ag. Yang pertama datang adalah 2 orang (anak & ibu) yang katanya pada awalnya hendak ke Pengadilan Agama (PA) tetapi kemudian si Anak mengarahkan ibunya ke KUA Watang Pulu dan mengingatkan bahwa di KUA Watang Pulu ada Pusaka Sakinah.

KASUS 1

Si ibu sebut saja Mawar bercerita bahwa ia ingin sekali memisahkan anaknya dari suaminya dengan alasan karena anaknya sering dipukul oleh suaminya. Si Anak yang duduk disebelah terisak dan meneteskan air mata bagaimana ibunya bersikukuh ingin membawa anaknya ke PA untuk membuat laporan permintaan cerai. Hj. Suarni yang melihat ada kejanggalan sebab setiap Mawar menceritakan dan mengutarakan niatnya untuk memisahkannya, ia selalu menangis. Hj. Suarni kemudianmengambil inisiatif untuk memeberikan konseling secara terpisah. Mawar, si ibu dibiarkan untuk sementara menunggu diluar, kemudian mengajak si anak masuk keruangan penyuluh.

Si anak kemudian disuruh untuk menceritakan kronologi sebenarnya, si anak pun bercerita bahwa sebenarnya ia dan suaminya masih saling mencintai satu sama lain terlepas dari cara-cara suaminya yang salah dalam mendidik istrinya. Tetapi kata si anak, cintanya kepada suaminya tidak pernah luntur, begitu juga sebaliknya. Permasalahannya adalah dari awal, pernikahannya memang sedikit tidak disetujui oleh kedua orang tuanya. Hingga pada akhirnya, orang tua si anak semakin geram tatkala si menantu diketahui sering memukul anak perempuannya.

Hj. Suarni pun mengatakan bahwa jika memang saling mencintai, sebaiknya jangan berpisah karena perceraian adalah sesuatu yang sangat tidak disukai oleh Allah SWT. Setelah itu, giliran ibunya yang diberi bimbingan konseling, Hj. Suarni mengatakan kepada Mawar si ibu, bahwa orang tua tidak berhak langsung untu ikut campur atas urusan rumahtangga anaknya, terlebih lagi si ibu bisa saja menjadi penyebab keretakan rumahtangga anaknya sendiri. Solusinya adalah bahwa di KUA Watang Pulu kini tersedia program Pusaka Sakinah, tempat bimbingan dan konseling untuk keluarga harmonis yang nyaman dan aman.

Setelah sekian lama diberikan pengertian, Mawar si ibu akhirnya luluh dan mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perjalanannya menuju PA.

KASUS 2

Sebut saja namanya Indah (20). Indah bercerita bahwa kondisi rumahtangganya sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja. Ia menuturkan bahwa, pada awalnya pernikahan keduanya tidak berdasarkan atas cinta dan saling suka, tetapi atas pilihan dan perjodohan dari kedua orang tua Indah dan suaminya. Indah yang pada awalnya memang tidak sreg terhadap suaminya ini kini semakin menjadi-jadi, lantaran beberapa bulan setelah pernikahan suaminya berulah. Ulahnya sudah 2 kali di nasehati oleh indah sendiri tetapi sang suami tidka menghiraukannya. Hingga ketiga kalinya, suaminya ditahan dan diterungku atas tuduhan pengguna dan pengedar shabu.

Indah yang semakin risau melihat kondisi suaminya dan rumah tangganya kini sudah memuncak dan bertekad untuk mengajukan perceraian ke PA. Indah yang awalnya hendak ke PA tersebut kemudian masih berfikir bahwa apakah tindakannya benar atau salah sehingga ia berbelok dan meminta konsultasi kepada Pusaka Sakinah.

Indah menuturkan bahwa dia sudah tidak tahan lagi dan ingin menceraikan suaminya yang kini mendekam dipenjara. Orangtua keduanya pun pasrah dan menyerahkan kepada Indah segala keputusannya. Hj Suarni yang langsung menerima Indah mengatakan bahwa apakah sudah tidak ada maaf lagi untuk suaminya kelak, siapa tahu selepas musibah yang menimpa dia dan suaminya akan ada secercah harapan untuk mereka dan rumah tangganya. Hj. Suarni kembali menganjurkan untuk Indah untuk melakukan shalat istikharah, dan mendoakan suaminya dan rumahtangganya agar mendapat petunjuk dan jalan yang benar. Jika seandainya Allah SWT masih melihat kesabaran dalam diri Indah, maka Allah pasti akan memberi jawaban terbaik Indah.

Indah pun mengurungkan niatnya untuk mengajukan perceraian di PA. (AMR)

(AMR)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *